Destinasi WisataKabupaten Gorontalo

Embung Dumati, Wisata Inovasi Persembahan BUMDes

Mau berwisata akhir pekan yang murah meriah, mudah dicapai dan lokasinya tak jauh dari pusat kota? Embung Dumati jawabannya.

Embung yang diambil dari nama desanya, Dumati, terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Embung Dumati menyajikan panorama alam yang sedap dipandang mata, dikelilingi perbukitan yang menghijau oleh pepohonan yang rimbun.

Suasana yang teduh, sejuk dan nyaman ini sangat cocok untuk kamu yang ingin menikmati alam sambil bercengkrama bersama keluarga atau teman-teman.

Orang-orang yang suka suasana tenang, objek wisata ini sangat recommended buat kamu menghilangkan kenejuhan rutinitas sehari-hari.

Disebut Embung karena kolam penampung air hujan ini merupakan bangunan cekung buatan, terletak diantara perbukitan, dimanfaatkan untuk pertanian, dll.

Untuk bisa menikmati destinasi wisata yang mengusung slogan wisata halal ini, sobat Wigo hanya butuh waktu 20 menit berkendara dari pusat kota Gorontalo.

Kaos Pulo Cinta

Gak perlu takut nyasar sob, karena lokasinya tepat di sebelah jalur lingkar Gorontalo atau yang biasa disebut GORR, hanya masuk ke arah utara sekitar 200 meter.

Indahnya Embung Dumati, Wisata Terjangkau Jarak dan Biaya

Embung Dumati
Menikmati ketenangan alam Embung Dumati | Dok. Ekslusif @yusuf_emy

Tak seperti kebanyakan destinasi Wisata Gorontalo yang dikelola oleh pemerintah daerah tingkat kota/kabupaten, Embung Dumati berbeda.

Pemerintah Desa Dumati melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lah yang membangun dan menjadikannya objek wisata dengan dana desa.

Embung seluas 4 hektar yang dibangun pada bulan November 2018 ini mulai dibuka untuk umum sejak 22 Desember 2018.

Namun, sebagai objek wisata, Embung Dumati baru diresmikan pada 1 Januari 2019 oleh Bupati dan Dinas Pariwisata Kabupaten Gorontalo.

Dengan anggaran 100 juta rupiah, BUMDes Dumati mampu meraup keuntungan lebih beberapa bulan setelah dibangun, sebab rata-rata pengunjung 3000 orang perbulan.

Karena inovasi yang berhasil menggerakkan perekonomian desa ini, menjadikan Embung Dumati diapresiasi sebagai Inovasi Desa oleh Kementerian Desa.

Tarif Masuk & Fasilitas Embung Dumati

Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk mengeksplorasi wisata yang satu ini.

Sobat Wigo hanya dikenakan tarif tiga ribu rupiah untuk bisa masuk ke kompleks wisata yang langsung viral paska di-launching ini. Sangat murah bukan?!

Fasilitas yang tersedia sudah cukup baik, dimana terdapat gazebo yang nyaman untuk duduk santai, warung yang menjajakan kuliner murah meriah juga ada.

Beberapa spot instagramable juga sengaja dibuat untuk pelancong yang suka berfoto ria sambil berwisata.

Pihak pengelola juga melengkapi arena wisata dengan perahu dan rakit yang diatasnya terdapat tempat duduk, jadi para wisatawan bisa bersantai sedikit lama di tengah danau.

Bagi kamu-kamu yang suka games outbond yang memacu adrenalin, disini juga ada tersedia flying fox loh.

Rasakan sensasi ‘terbang’ melintasi embung hanya dengan membayar Rp. 15,000,- per-orang untuk satu kali ‘terbang’.

Semua biaya yang dikenakan ini masuk ke kas BUMDes ya sobat Wigo.

Artinya, dengan berkunjung ke Embung Dumati, kita juga turut membantu meningkatkan roda perekonomian dan taraf hidup masyarakat setempat.

Destinasi Wisata Terdekat

Tak jauh dari Embung Dumati, kamu bisa jalan-jalan ke Wisata Gorontalo lainnya lho sobat Wigo.

Nah, ada satu destinasi wisata yang biasanya digandrungi oleh para traveller yang punya hobi hiking.

Yups, Puncak Lestari Tapaluluo, yang juga sempat hits di pertengahan tahun 2020 ini, hanya berjarak tempuh kurang lebih 45 menit dengan kendaraan bermotor.

Gimana, tertarik? So, Let’s Wigo!

Show More

Afif

Penggemar Wisata Kuliner & Ekowisata | Buah Cinta Gorontalo, Mencintai Gorontalo, Penjelajah Gorontalo bersama Cinta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close