Wisata Religi Bubohu
Destinasi, Kabupaten Gorontalo

Tak Boleh Terlewat! Wisata Religi Bubohu, Salah Satu Desa Wisata Edukatif Terbaik di Gorontalo

Kalau lagi liburan ke Gorontalo, Jangan lupa mampir ke Wisata Religi Bubohu.

Destinasi ini merupakan salah satu desa wisata yang memiliki nuansa alam yang asri sekaligus budaya yang kental dengan nuansa religius.

Disini Sobat Wigo bakal menemukan banyak hal menarik yang wajib untuk diketahui.

Daripada penasaran, yuk simak ulasan berikut selengkapnya.

Sekilas Tentang Wisata Religi Bubohu

Wisata Religi Bubohu sudah sejak lama menjadi desa wisata adat kebanggaan masyarakat Gorontalo, khususnya desa Bongo.

Berlokasi di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, atau sekitar 35 km dari Bandara Djalaluddin, Gorontalo.

Dari Pusat Kota Gorontalo, butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk mencapai lokasi.

Desa ini justru dikenal dengan nama Desa Wisata Religius Bubohu. Mengapa demikian?

Hal ini terjadi lantaran dulunya nama desa ini sempat mengalami perubahan.

Nama desa sebelumnya adalah Bubohu, lalu di tahun 1937 nama desa kemudian diubah menjadi desa Bongo.

Nama Bongo sendiri merupakan bahasa Gorontalo dari buah kelapa, dimana kelapa menjadi salah satu komoditas buah utama di Gorontalo yang banyak dimanfaatkan masyarakat.

Awal mula desa Bongo menjadi salah satu desa wisata dan akhirnya berkembang seperti sekarang ini berawal dari ide Almarhum Yosef Tahir Maruf atau biasa dikenal Yotama.

Sebagai seorang warga yang ditokohkan di desa Bongo, beliau menjadi sosok perintis desa sekaligus pendiri Desa Adat Bubohu yang bergelar Sultan Yotama Gorontalo Bubohu XII.

Pada tahun 2004 usahanya tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah, sehingga desa Bongo pun resmi bergelar desa wisata, dengan nama Desa Wisata Religi Bubohu seperti sekarang ini.

Pemilihan konsep “desa religi” sendiri diambil karena memang menjadi daya tarik utama dari desa Bubohu.

Salah satunya karena terdapat tradisi keislaman yang begitu kental yakni “Walima”, sebuah ritual pada tanggal 12 Rabiul Awal setiap tahunnya (tahun Hijriyah), untuk memperingati Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dalam pengeolaannya, Desa Wisata Religi Bubohu melibatkan banyak unsur, baik dari pemerintah provinsi hingga tingkat desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta masyarakat setempat.

Secara teknis, pengelolaan destinasi wisata Gorontalo berbasis religi ini diamanahkan kepada tim pokdarwis desa Bongo.

Potensi Wisata Religi Bubohu

Dok. Eksklusif @kiky_ambarwangi

Sebagai desa wisata terbaik kedua secara nasional di tahun 2021, desa wisata religi Bubohu memiliki sejumlah potensi wisata yang cukup menarik.

Dari segi wisata adat dan budaya hingga wisata sejarah dan kuliner bisa kamu dapatkan di desa wisata yang satu ini, berikut beberapa diantaranya.

Pesantren Alam Bubohu

Salah satu daya tarik utama dari desa religi Bubohu adalah pesantren alamnya.

Disini kamu tak hanya akan mendapatkan ilmu agama tetapi juga pemandangan alam yang menyegarkan mata.

Ada satu hal yang unik dan mencolok ketika memasuki lingkungan pesantren tersebut.

Sobat Wigo bakal disambut Wambohe yang berbaris rapi menghadap dua kolam jernih di depannya, yakni kolam Santri dan kolam Asmaul Husna.

Wambohe merupakan rumah gubuk tradisional khas Gorontalo yang ditata sedemikian rupa sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

Belajar Peradaban Islam di Masa Lampau

Selain belajar nilai-nilai Islam, kamu juga bisa belajar sejarah perkembangan peradaban Islam di Gorontalo pada masa kerajaan.

Banyak hal terkait histori Gorontalo di masa lampau tersimpan rapi di sebuah bangunan yang dikenal dengan sebutan Maa Taduwolo.

Maa Taduwolo adalah sebuah bangunan yang digunakan untuk menyimpan sejumlah sumber sejarah dari Kerajaan Gorontalo di masa lalu serta warisan adat dan budayanya.

Tak hanya itu, ada pula bangunan dari kayu yang memiliki bentuk yang sekilas mirip dengan Tayopo atau tempat untuk menyajikan kue di peringatan walima atau Maulid Nabi.

Bangunan menyerupai Tayopo ini memiliki nilai filosofis historis tersendiri yang tak kalah penting.

Meneliti Fosil Kayu

Di Desa Wisata Religi Bubohu kamu bisa jadi arkeolog dadakan, lho.

Pasalnya desa wisata ini memiliki Museum Pusat Fosil Kayu Indonesia.

Di dalamnya terdapat koleksi kayu fosil dengan taksiran usia hingga ratusan tahun yang jumlahnya tak sedikit.

Itulah mengapa, Universitas Negeri Gorontalo menjuluki desa wisata religi Bubohu ini sebagai salah satu laboratorium geologi.

Menyambangi Kemegahan Masjid Walima Emas

Masih di kawasan Desa Wisata Religi Bubohu, Bongo, berdiri dengan megah sebuah masjid di atas bukit yang dikenal dengan nama Masjid Walima Emas.

Untuk sampai ke masjid ini, kamu perlu melalui rute menanjak kurang lebih 500 meter.

Selain berada di atas bukit, masjid dengan kubah yang berselimut warna emas ini juga memiliki bentuk yang cukup unik.

Sekilas bentuk kubahnya mirip seperti kue kolombengi khas Gorontalo yang tersusun vertikal.

Dari pelataran masjid, kamu akan disuguhi pemandangan alam yang begitu sedap dipandang mata.

Dari mulai lanskap pesisir pantai dan perahu-perahu milik nelayan, pepohonan hijau yang rindang, hingga barisan perbukitan di tepi teluk Tomini menjadi kolaborasi suguhan yang apik.

Menikmati Pantai Dulanga

Masih satu kawasan desa Wisata Religi Bubohu, tepatnya di Dusun Barat Desa Bongo, Sobat Wigo juga bisa menikmati keindahan pantai yang asyik.

Pantai Dulanga, menjadi salah satu spot yang tak boleh terlewatkan.

Pantai berpasir putih ini cenderung masih belum banyak terjamah dan dikelilingi perbukitan kapur nan eksotis, cocok untuk berswafoto atau berburu sunset!

Mengikuti Beragam Kegiatan Menarik

Di desa wisata Religi Bubohu, kamu akan disuguhi dengan banyak kegiatan keagamaan yang mengesankan.

  • Parade Walima

Kegiatan arak-arakan yang dilakukan dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi (setiap 12 Rabiul Awal di tahun Hijriyah).

Semua pemuda pemudi desa akan mengenakan pakaian muslim untuk menyemarakkan suasana.

Mereka akan membawa Tolangga atau wadah besar yang dihiasi dengan kue-kue khas dan makanan lain untuk diparadekan keliling desa menuju ke masjid Attaqwa di desa Bongo.

Doa dan shalawatan bersama dilakukan didalam masjid oleh para jamaah.

Umumnya makanan yang di letakan dalam Tolangga adalah nasi, telur, nasi kuning dan lain sebagainya.

  • Dikili

Kegiatan ini merupakan kegiatan zikir bersama yang dilakukan sebelum parade Walima dimulai.

Dikili sendiri dilakukan hampir sepanjang malam setelah pembacaan doa dilakukan di masjid Attaqwa desa Bongo.

  • De’be

Kegiatan ini berisi lantunan puji-pujian yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW sambil menggunakan alat musik rebana.

Kegiatan De’be rutin dilakukan hampir setiap pekan di rumah warga setempat oleh masing-masing kelompok De’be.

  • Tari Longgo Tulaibala

Atraksi ini merupakan sebuah tarian tradisional asal Gorontalo yang berakar dari kesenian beladiri.

Tarian ini menggambarkan ketangguhan seorang prajurit yang mengawal Rajanya.

Saat ini tarian tersebut biasa ditampilkan untuk penyambutan tamu kehormatan yang datang ke desa wisata religi Bubohu Bongo.

  • Tari Tidi Lo O’ayabu

Selain tari Longgo, ada pula tari Tidi Lo O’ayabu yang juga kerap digunakan sebagai tari penyambutan tamu.

Tarian ini sendiri sebetulnya tarian klasik dengan instrumen utama kipas yang telah dikreasikan sebagai tarian hiburan atau sajian pertunjukan.

  • Memberi Makan Burung Merpati

Selain menikmati keindahan alamnya, belajar agama dan atraksi menarik lainnya, di desa wisata ini kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung merpati yang hidup dengan bebas.

Sobat wigo bisa banget nih memberi makan burung-burung simbol cinta kasih ini.

Ini bisa jadi salah satu atraksi menarik bagi wisatawan dan jangan lupa berswafoto bareng satwa ini ya!

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas yang Ditawarkan

Untuk memasuki kawasan desa wisata Religi Bubohu Bongo, wisatawan hanya mengeluarkan kocek sebesar lima ribu rupiah.

Selain itu terdapat retribusi parkir sekitar Rp. 2000 untuk setiap kendaraan roda dua atau Rp 5.000 untuk kendaraan besar.

Selain itu juga ada sumbangan sukarela yang digunakan untuk pengelolaan desa wisata tersebut.

Meski tak dikenakan biaya masuk, sebagai salah satu destinasi wisata religi terbaik di Gorontalo, Desa Religi Bubohu juga sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang terbilang memadai.

Jadi, pengunjung bisa menikmati momen liburan yang nyaman dan menyenangkan.

Berikut ini beberapa fasilitas yang sudah tersedia:

  • Tempat parkir luas
  • Aula pertemuan
  • Kantin
  • Toilet umum
  • Toko oleh-oleh dan suvenir
  • Musholla
  • Kawasan outbound
  • Spot foto
  • Area Wifi

Obyek Wisata Terdekat Wisata Religi Bubohu

Sudah puas menikmati suguhan Desa Wisata Terbaik 2 dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia Kemenparekraf tahun 2021 ini?

Nah, dari sini kamu bisa melanjutkan plesiran lagi ke destinasi wisata terdekat dari desa Bongo.

Sobat Wigo bisa berkunjung ke Pantai Biluhu yang sangat keren, terutama untuk para pecinta diving.

Atau, kamu bisa ke Wisata Hiu Paus Botubarani di Bone Bolango.

Yok yok bisa yok ngetrip keliling Gorontalo. Let’s WiGo!

Posted by
Afif

Penggemar Wisata Kuliner & Ekowisata | Buah Cinta Gorontalo, Mencintai Gorontalo, Penjelajah Gorontalo bersama Cinta